Ardhitio Rilis “Dosa Terindah”, Kisah Cinta yang Tak Pernah Bisa Dimiliki

Ardhitio Rilis “Dosa Terindah”, Kisah Cinta yang Tak Pernah Bisa Dimiliki

Mitra News Sukabumi - Bagaimana jika orang yang paling kita cintai justru menjadi sosok yang tidak boleh kita cintai?


Pertanyaan tersebut menjadi napas utama dalam “Dosa Terindah”, single terbaru Ardhitio yang diproduseri oleh Pika Iskandar dan ditulis oleh Meyta Iskandar.


Menariknya, lagu ini telah lebih dulu mencuri perhatian publik sebelum resmi dirilis. Potongan lirik serta kisah di balik “Dosa Terindah” yang dibagikan melalui konten @baikbaiksajakatanya berhasil meraih jutaan penonton. Antusiasme tersebut membuat kisah dalam lagu ini semakin dekat dengan para pendengar.


“Dosa Terindah” mengangkat kisah seseorang yang selama bertahun-tahun memendam perasaan kepada orang yang telah bahagia bersama orang lain.


Ia sadar bahwa cintanya salah tempat. Ia tahu dirinya bukanlah pilihan. Namun, bagaimana cara berhenti mencintai seseorang yang diam-diam telah menjadi doa dalam setiap malam?


Perasaan tersebut tergambar melalui penggalan lirik:

 


“Bolehkah sekali saja
Ku jujur tentang rasa
Tentang cintaku
Yang kusimpan bertahun-tahun…”


Hingga akhirnya muncul pertanyaan yang menjadi inti dari lagu ini:


“Dosa kah aku
Katakan bahwa ku cinta?”

Namun, jawaban dari perasaan tersebut seolah telah diketahui sejak awal:
 

“Ujungnya, ujungnya…
Ku kecewa.”


Melalui “Dosa Terindah”, Ardhitio tidak bercerita tentang bagaimana merebut seseorang dari kebahagiaannya. Lagu ini justru menjadi cerita tentang keberanian untuk mengakui sebuah cinta yang sejak awal disadari tidak akan pernah menjadi miliknya.


Lagu ini ditujukan bagi mereka yang pernah menjadi tempat bercerita, tetapi bukan tempat untuk pulang. Bagi mereka yang selalu ada, namun tak pernah dipilih. Juga bagi sebuah perasaan yang mungkin salah untuk dimiliki, tetapi terlalu indah untuk dilupakan.


“Dosa Terindah” menjadi gambaran bahwa terkadang, cinta yang paling sulit dilupakan justru adalah cinta yang tidak pernah sempat dimiliki". (Ndre)

 

Lebih baru Lebih lama