Mitra news – Dalam Mempererat tali sillaturrahmi antara Ulama dan Umaro, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi menggelar Halal Bihalal yang dilaksanakan di Gedung Puski Kota Sukabumi, Kamis (09/04/2026)
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Wakapolres Sukabumi Kota, Ketua MUI Jawa Barat, Kepala Kementerian Agama Kota Sukabumi, FKUB, serta tamu undangan lainnya.
Halalbihalal ini menjadi momentum untuk saling memaafkan serta mempererat tali
silaturahmi antar berbagai elemen masyarakat pasca Hari Raya Idul Fitri.
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut sebagai
wujud harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menyampaikan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat terdapat empat elemen penting yang harus berjalan beriringan, yaitu ulama sebagai pembimbing umat, umaro atau pemerintah sebagai pengelola pemerintahan, agnia atau para dermawan, serta masyarakat sebagai bagian utama dalam pembangunan
Ia menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan masa kepemimpinan dengan sebaik-baiknya secara adil dan merata. Wali Kota juga mengajak seluruh unsur Forkopimda, para pengusaha, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan keadilan dan kemakmuran di Kota Sukabumi.
Selain itu, Wali Kota Sukabumi mengajak seluruh organisasi masyarakat dan
masyarakat luas untuk mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan
setiap permasalahan.
Ia menekankan agar tidak menggunakan ujaran kebencian, melainkan mengedepankan
komunikasi yang baik demi menjaga kondusivitas dan keharmonisan di tengah
masyarakat.
Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin
kuat antara ulama, umaro, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota
Sukabumi yang harmonis, adil, dan sejahtera.
Ditempat yag sama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, KH. Ahmad Nawawi Sadili mengatakan. Dengan sillaturahim dengan kegiatan halal bihalal ini, kita tingkatkan Trilogi Ukhuwah (Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, Ukhuwah Basyariyah)
“Perbedaan itu pasti ada, tapi tidak ada sesuatu perbedaan yang tidak bisa kita selesaikan dengan musyawaroh”. Pungkasnya. (Sun)

