Kecepatan 300 Mbps, Indosat Andalkan Stabilitas Jaringan 5G di Sukabumi : Mau ini itu? ya Indosat 5G

Kecepatan 300 Mbps, Indosat Andalkan Stabilitas Jaringan 5G di Sukabumi : Mau ini itu? ya Indosat 5G

Mitra News Sukabumi - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi menghadirkan layanan jaringan generasi kelima atau 5G di Sukabumi. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), konten kreator, hingga komunitas gamers.


Executive Vice President (EVP) Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia, mengatakan peluncuran jaringan 5G di Sukabumi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru atau menawarkan angka kecepatan tinggi di atas kertas. Lebih dari itu, Indosat ingin membuktikan kualitas dan kestabilan jaringan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Kita bukan hanya berbicara masalah angka giga yang ada di atas kertas. Tetapi ini merupakan pembuktian bahwa 5G ini adalah solusi yang kita berikan untuk masyarakat Sukabumi,” ujar Swandi Tjia.


Menurutnya, salah satu keunggulan yang menjadi perhatian utama dalam layanan 5G adalah kestabilan koneksi, terutama ketika jaringan digunakan oleh banyak orang secara bersamaan.


Ia mencontohkan hasil pengujian jaringan yang mampu mencapai kecepatan sekitar 300 Mbps, meskipun berada dalam kondisi dengan aktivitas pengguna yang cukup padat.


“Dengan kondisi orang yang begitu banyak, biasanya yang nge-lag. Jadi, kalau saya tes tadi kecepatannya itu masih bisa 300 Mbps. Nah, ini membuktikan bahwa memang kestabilan itu sangat penting sekali,” katanya.


Swandi menegaskan, Indosat ingin memastikan bahwa kualitas jaringan yang ditawarkan bukan sekadar klaim perusahaan, melainkan dapat dibuktikan melalui pengujian secara langsung.


“Jadi, bukan hanya kita mengklaim angka, tetapi pembuktian itu sangat penting,” tegasnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa Sukabumi merupakan salah satu wilayah penting bagi Indosat. Hal itu tercermin dari pangsa pasar perusahaan di wilayah tersebut yang disebutnya telah mendekati 60 persen.


“Termasuk juga apresiasi khususnya untuk masyarakat Sukabumi, karena kita di sini market share-nya hampir 60 persen. Jadi, ini merupakan bentuk apresiasi kita juga,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Swandi menyampaikan bahwa kehadiran jaringan 5G merupakan bagian dari komitmen Indosat untuk mendukung pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis digital.


Menurutnya, konektivitas yang lebih cepat dan stabil dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran, membantu konten kreator mengembangkan karya, serta menunjang aktivitas komunitas gamers yang membutuhkan jaringan berkualitas.


“Jaringan kita untuk men-support pemerintah dalam hal ekonomi kreatif, dan juga untuk men-support teman-teman yang sekarang UMKM, konten kreator, gamers. Itu adalah salah satu bentuk komitmen daripada Indosat,” jelasnya.


*Buka Peluang Kolaborasi Smart City*

Selain menghadirkan jaringan 5G, Indosat juga membuka peluang untuk memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui pengembangan konsep Smart City atau kota cerdas.


Swandi menjelaskan, Indosat telah menjalin kerja sama terkait pengembangan Smart City dengan sejumlah daerah, di antaranya Bali, Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Samarinda.


“Kalau Smart City sebenarnya ada beberapa daerah yang kita sudah kerja sama. Misalnya contohnya yang ada di Bali, kemudian di Solo, Jogja, kemudian ada juga di wilayah Banjarmasin, Samarinda,” paparnya.


Khusus di Sukabumi, Swandi menyebut pihaknya telah beberapa kali melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah. Namun, rencana kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan.


“Kalau Sukabumi, kita sudah beberapa kali sudah kita approach. Tapi, kalau Cianjur sudah,” katanya.


Ia menambahkan, mulai beroperasinya jaringan 5G Indosat di Sukabumi menjadi peluang untuk mendorong pembahasan kerja sama lebih lanjut, termasuk dalam mendukung transformasi digital dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.


“Kalau Sukabumi kemungkinan besar kita akan maju, karena 5G kita barusan on,” ujarnya.


Menurut Swandi, peluang kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta memperluas pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor.


“Jadi, kemungkinan besar kita coba akan approach, karena ini inline dengan cita-cita pemerintah daerah, bagaimana untuk mendorong ekonomi kreatif,” pungkasnya.


Dengan hadirnya jaringan 5G, Indosat berharap masyarakat Sukabumi dapat menikmati konektivitas digital yang semakin baik sekaligus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan mengembangkan potensi ekonomi daerah. (Sun)

Lebih baru Lebih lama