“BIRU PINK” You need help? Mau yang biru atau yang pink?, Itulah lagu terbarunya Methosa

 


mitra news Sukabumi - Methosa kembali dengan single terbaru yang berjudul “Biru Pink”. Sebuah lagu satir yang membedah hubungan manusia modern dengan uang dan dikemas dengan balutan music hip-hop yang sangat kental. Dengan formasi mereka yang hanya menyisakan 3 (tiga) personel yaitu Mansen Munthe (Vokal), Raden Agung (Synthesizer) dan Dami Mahardiwana (Gitar), di lagu ini Methosa menggandeng Rina Nose sebagai partner kolaborasi dan mengemas ‘Biru Pink’ dengan energi yang unik, teatrikal, liar, tetapi tetap terasa dekat dengan realitas sehari-hari masyarakat Indonesia. 

 

Lirik yang repetitif, agresif, dan terdengar seperti chant massa, “Biru Pink” menggambarkan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti pendidikan yang kalah oleh privilege, politik yang digerakkan modal, hukum yang bisa dibungkam, budaya konsumtif, hutang, hingga obsesi untuk terlihat sukses. Kalimat “Aku segel mulut kamu pakai biru-biru pink” di akhir bagian reff, menjadi symbol bagaimana uang sering kali mampu membeli diam, menghapus suara, dan mengendalikan arah keputusan manusia. 

 

Di balik nuansa lagu yang terdengar sangat catchy “Biru Pink” justru menyimpan kritik yang tajam. Lagu ini menyoroti bagaimana manusia itu sangat konsumtif, selalu ingin terlihat sukses, dan terus mengejar validasi sosial, meski diam-diam sedang tenggelam dalam masalah financial maupun mental. 

  

Di jaman serba modern ini kesanggupan financial menjadi faktor yang sangat menentukan strata social seseorang, tidak ada lagi penghargaan atas nama kemanusiaan. Yang ada hanya ukuran-ukuran yang sengaja diciptakan untuk mengkotak-kotakkan manusia atas nama golongan “mampu dan tidak mampu”. 

 

Namun “Biru Pink” tidak hadir sebagai lagu yang menggurui. Methosa justru memilih pendekatan satir dan penuh ironi agar pendengar bisa menafsirkan sendiri pesan di baliknya.

Karena pada akhirnya, lagu ini bukan hanya tentang uang. Ini tentang bagaimana manusia perlahan berubah menjadi budak dari sesuatu yang sebenarnya mereka ciptakan sendiri. 

 

 


 

Di bagian akhir lagu, pertanyaan “You need help?” Muncul sebagai penutup yang terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna besar. Sebab di tengah dunia yang terus bergerak demi “biru pink”, banyak orang sebenarnya sedang kelelahan, namun terlalu sibuk mengejar uang tanpa menyadari bahwa sebenarnya mereka membutuhkan pertolongan. 

 

Dunia ini akan tetap riuh oleh ‘kegilaan manusia akan uang’, dunia ini akan tetap gila oleh ‘keriuhan manusia akan uang’, Biru Pink akan tetap menjadi actor utama dalam pertunjukan ini. 

 

Ditambah lagi dengan posisi rupiah yang semakin turun menukik tajam, sehingga masyarakat berlomba-lomba dengan berbagai cara demi mendapatkan “Biru Pink”. (Ndre)

Lebih baru Lebih lama